at. 16.00 Church in St. Antonius Padua at. 18.00 Dinner in FoodCity
at. 20.00 Watching "Sherlock Holmes"at. 22.00 Watching Band in La Piazza
Do you ever feel like there aren't enough hours in a day ?
Like you have sooo much to do but very little time to get it done . . . but on the flip side of things, when you look back on your day you don't know what you actually accomplished ? or how the time passed by so fast ?
That's we are (kepompong) lately...., holiday is finish.. and today we're back in crowded office hour... Kepompong without Tanti.., Ko Gun.., Ci Gun..., Taseea and Toddy...
there are so many times missing without them. -->
Remember yesterday .. when we said we always get hand to hand together and sing a song music from Warwick Dionne "That What Friends are for"...
-->
And I never thought I'd feel this way
And as far as I'm concerned
I'm glad I got the chance to say
That I do believe I love you
And if I should ever go away
Well then close your eyes and try
To feel the way we do today
And then if you can remember
Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That's what friends are for
For good times and bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for
Well you came in loving me
And now there's so much more I see
And so by the way I thank you
Oh and then for the times when we're apart
Well then close your eyes and know
The words are coming from my heart
And then if you can remember
Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That's what friends are for
And good times and bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for
Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That's what friends are for
For good times and bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for
Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That's what friends are for
For good times and for bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for
(That’s what friends are for)
Now, Monday its begin...but..,where are you now friends?
Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipunmenjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampakbaik dan lebih menuruti apa mauku.
Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam danpergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi,kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannyapun sedikit. Aku pikir dia workaholic.
Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak
memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.
Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua,bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di mejamakan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yangterdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.
Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau maindengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.
Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami.
Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergoleksakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya,dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS,karenasampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha,temannya Mario saat dulu kuliah.
Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernahmelihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanyabersinarindah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkinseranggayang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.
Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya
bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnyabekerja.
Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalamsehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, danmulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenungdidepankomputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang,ada pekerjaan yang membingungkan.
Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawatdiRS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajahkesal,karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapadengan suara riangnya,
" Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak maumakan juga? uhh? dasar anak nakal, sini piringnya, " lalu dia terusmengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasiitu sudah habis ditangannya. Dan?..aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernahseumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !
Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnyamembelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebihsakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkananaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakanmasakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika diatidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebihsakitdari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibandingaku.
Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meishabegitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, danmembawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakkunonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.
Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhatibidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yangbergejolak dihatinya.
Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernahmenyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.
Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnyakeriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membukapassword email Papa nya, dan memanggilku, " Mama, mau lihat surat papabuat tante Meisha ?"
Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,
Dear Meisha,
Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relunghatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan padaRima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan akumencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.
Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika akumemandangmu,tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidakmenjumpainya.. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika
konflik2terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidaksanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cariuntuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun akumenikahinya.
Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, sepertiketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yangtumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Sepertipepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.
Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milikorang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahankami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisamelihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang diainginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dantubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu.
Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwaengkaumengerti, you are the only one in my heart.
yours,
Mario
Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baruberusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti danmenyayangiku.
Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku.Diamencintai perempuan lain.
Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiaphari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan dilemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.
Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkantabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motoruntuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena akutidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas danbaju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahikukarena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadiistrinya.
Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorangperempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapadiatidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidakmenginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam danmengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.
Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia.
Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu.
Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalumencintainya.
**********
Setahun kemudian?
Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanahpemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.
" Mario, suamiku?.
Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerjadikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesonapadamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika akutidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif inginmemilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dantidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diamdan menuruti keinginanku? Aku pikir, aku si puteri cantik yangdiinginkanbanyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaikusehingga mau melakukan apa saja untukku?..
Ternyata aku keliru?. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahankita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantordulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.
Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, " kenapa, Rima ?
Kenapakamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?"
Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.
Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagiabersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlahwanita yang sempurna yang engkau inginkan.
Istrimu,
Rima"
Di surat yang lain,
Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagisedingines. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernahmelihatcahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuhcinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha??"
Disurat yang kesekian,
.Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.
Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2padamu,aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Akubelajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidaklagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar denganibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalumeneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini?Akumerawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau akusuapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumahsakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalubermasalah??.
Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetapberusaha dan menantinya??.."
Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya?dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.
Disurat terakhir, pagi ini?
"????..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahunlalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamupulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enaksedunia.
Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan danbasah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanyamengendarai motor.
Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatirandimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supayatidaksakit.
Tahukah engkau suamiku,
Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir9tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itudarimatamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ????"
Jelita menatap Meisha, dan bercerita,
" Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihatkeceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku.
Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama sepertisiang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapiaku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan,Ketikamama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi?? aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante?.. akumelihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak??" Jelitamemeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu keciluntuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.
Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mariomengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rimamembacanya.
Dear Meisha,
Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagimarah2dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengantubuhbasah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulaibergetar?. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?
Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha.
Danbesok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobilmungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukankarena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku?.
Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terdudukdisamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telahterjadi, Mario..
Jakarta, 7 Januari 2009
(dedicated to my friend....may you rest in
peace...)
Yesterday is a history.
Tomorrow is a mystery.
Today is a gift.
That's why it's called "present".