Sabtu, 10 Juli 2010

ANUGERAH


-->
-->
Siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah suatu objek yang bisa dilihat oleh kasat mata, sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan. dan semua itu merupakan..ANUGERAH
-->

Saat ini aku menemukan kembali CINTA dengan sejuta perjuangan bergandengan tangan untuk membuatnya menjadi suatu CINTA yang bermakna.
Yaa.. dia CAROLUS JIMMY ICHTIARTO yang membantuku bangkit lagi dari keterpurukanku selama ini.
Dia datang dengan senyuman dan kehangatan pelukkannya.
Dengan perjuangan melepaskan masa lalu dan kesalahan. Aku percaya bahwa masa lalu adalah guru terbesar dalam hidup. Dan semua yang terjadi adalah rencanaNya yang tidak dapat diselami.
Aku menemukan CINTA dalam sosok seorang lelaki JIMMY ICHTIARTO dengan kejujuran yang sangat berat untuk diungkapkan dalam kepurukan kesalahan masa lalu.
Aku menghargai kejujurannya dan keberaniannya untuk mengungkapkannya padaku.
Aku ingin kita saling menggandeng tangan untuk melalui masa-masa sulit ini.

Walau terbesit dihati apakah aku sanggup dengan semua bentangan yang menghadang…, tapi satu yang dapat meyakinkan diri adalah jika semua masalah aku dan dia mau menyerahkan kedalam tangan kasih TUHAN, niscaya kami akan dituntunNya dalam kasih.
Selalu ada harapan baru dan dunia baru bagi yang mau bertobat. Memulai hubungan dengan banyak masalah bukanlah suatu hal yang mudah.., tapi everything for a reason.., aku memaafkanmu sayang…, mari kita bergandengan tangan melalui ini semua..dan menjaga relasi kita sampai menuju AltarNya.

Inilah doa kami bersama:
“Ya Tuhan yang penuh cinta, jika memang ini semua selaras dengan kehendakMu, luruskanlah jalan kami berdua. Engkau telah mengirimkan malaikat bersayap satu kedalam hidup kami berdua. Jika memang kami Engkau kirimkan untuk menjadi pendamping dalam perjiarahan hidup, bantulah kami sampai altarMu dengan ikhlas. Tetapi jikapun memang bukan, bantulah kami dengan ikhlas pula agar dapat saling mendoakan. Amin”

Terima kasih Jimmy untuk kasih yg sudah kamu berikan dalam hidup aku.
Aku menyayangimu. Gandenglah tanganku dan kita jalani semuanya bersama. Saling menjaga hubungan kita sampai pada AltarNya.

-->Aku ingin mencintaimu secara sederhana. Hanya hadir di sisi sepenggalan senja, untuk menyibak awal tirai malam yang mulai menjelaga. Aku ingin mengasihi mu secara apa adanya. Bukan menyembahkankan sisi pualam kemilau intan permata

Cinta Terbesar


Tundukkan bulu matamu dan kau bisa membayangkan wajahku – aku tersenyum. Buka mulutmu, b’bicaralah dgn cintamu dan kau bisa m’lihat jiwaku – aku menungu. Letakkan lenganmu di pinggangku dan kau bisa m’rangkul keraguanku – aku gemetar. Letakkan bibirmu dibibirku dan coba tangkap aku – aku menyayangimu.





Hembusan pantai yang begitu kencang, aku merasa begitu bahagia karena akhirnya dia melamarku, tapi entah mengapa ada rasa ragu yang terbesit di hatiku... aku takut!!

Aku takut dia pergi meninggalkan diriku sendirian dan dia berhenti mencintaiku.

Kami berjalan menyusuri pantai untuk memikirkan dan membahas pernikahan kami dan apa arti penting pernikahan itu. Seluas cintanya dan seluas bentangan laut, aku melihat wajahnya yang penuh kelembutan, menghapus beban rasa dan meruntuhkan keangkuhanku. Dialah orang yang mencairkan kehampaan hidupku.


Saat aku melangkah dan sampai diujung pantai serta hendak mulai berjalan balik, aku menoleh ke bawah danmelihat bahwa jejak kaki kami telah terhanyut oleh hempasan laut.


Sambil menoleh ke Stefanus, aku berkata:

“Jika kehidupan pernikahan kita akan seperti jejak ini, kita tidak mungkin berhasil!!”.

Stefanus dengan lembut menjawab,“Saat aku menghadapi keadaan sulit, kau akan membantuku - dan saat kau yang menghadapi keadaan sulit, aku akan membantumu!”

Kami terus berjalan, sampai aku melihat ke bawah lagi dan melihat hanya sepasang jejak yang terhapus. Sekali lagi, aku mengatakan bahwa kehidupan kami tidak akan punya masa depan. Kali ini Stefanus menanggapi dengan mengangkatku dengan lembut dan menggendongku disepanjang pantai.


Akhirnya, dia menurunkanku dan berkata. “Josephine, aku ingin menegaskan bahwa saat kehidupan begitu buruk sehingga seolah-olah kita tidak mampu saling membantu, Tuhan akan menggendong kita”.


Lalu sambil menunjuk serangkaian jejak yang telah kami ciptakan berdua, Stefanus menambahkan, “Kalau kau melihat serangkaian jejak yang telah kita buat, tapi kau tidak dapat melihat bahwa aku menggendongmu – tetapi aku memang menggendongmu tadi,kan?”


Bagiku, perkataan itu dan perasaanyang mendasarinya sangatlah indah.

Malam itu dia tidak bisa tidur, jadi, dia bangun dan menuliskan kata-kata ini:



Suatu malam seorang pria punya impian.

Dia bermimpi berjalan menyelusuri pantai bersama Tuhan. Di angkasa tergambarkan adegan hidupnya. Untuk setiap adegan, dia melihat dua pasang jejak kaki di pasir; satu miliknya dan satu lagi milik Tuhan.

Saat adegan terakhir dalam hidupnya terbesit dihadapannya, dia menoleh pada jejak kaki di pantai. Dia melihat sering di sepanjang jalan hidupnya hanya ada satu pasang jejak. Dia juga memperhatikan bahwa itu sering terjadi pada masa sulit dan tersedih dalam hidupnya.

Hal ini yang mengusiknya dan terbesit dalam hatinya untuk menanyakan hal ini kepada Tuhan.

Diapun bertanya: “Tuhan, Engkau berkata, begitu aku memutuskan untuk mengikuti-Mu, Engkau akan mendampingku disepanjang jalan. Tetapi kuperhatikan bahwa pada masa paling bermasalah dalam hidupku, hanya ada satu pasang jejak. Aku tidak mengerti mengapa saat akupaling membutuhkan-Mu, Engkau meninggalkanku?”

Tuhan menjawab: “Anak-Ku yang sangat berharga dan sangat Ku sayangi, Aku mencintaimu dan tak akan pernah meninggalkanmu. Pada masa penuh cobaan dan derita, saat kau melihat hanya satujejak, pada saat itulah aku menggendongmu!”


Dia memberikan tulisan ini kepadaku dan tanpa kusadari air mata telah menetes dipipiku. Bagiku inilah hal terindah yang pernah kurasakan, saat hati hampa dan gemetar dia selalu mengatakan padaku bahwa masih ada hari esok untuk semua hati terutama HATIKU.


Dia selalu melakukannya untukku, dan akhirnya kusadari, dialah yang kusayangi untuk menemani diriku sampai aku tua nanti.Tuhan sudah mengirimkan malaikat bersayap satu untuk terbang berpelukkan bersama-sama denganku agar dapat mengarungi cakrawala kehidupan.


-Terima kasih untuk kejujuran yang sudah Jimmy berikan dalam kehidupan kamu.., terima kasih kamu masih mau menggandeng tangan ku sampai saat ini dan masih mau menemani aku dalam keraguanku-



Dedication to JIMMY ICHTIARTO

Sabtu, 05 Juni 2010

Tuhan juga butuh PARTNER


Sudah cukup lama aku tidak menulis note ataupun cerpen sejak kerjaan kantor semakin menyiksa waktu dan hati aku.. yach ditambah juga dengan jejak-jejak hati yang belum tersembuhkan membuat aku males untuk menulis dan melakukan kegiatan apapun.

Sambil mendengarkan lagu “Kaulah Harapan – Sari Simorangkir” liriknya bagus.. lagu ini menemani aku saat langkah-langkah ku mulai goyah dan tidak tau arah tujuan mau apa dan mau kemana, dari lagu ini mengingatkan aku bahwa semua hal yang terjadi dalam perjalanan perziarahan hidup tidak akan dapat dilewati tanpa penyerahan diri kepada Tuhan.

Ketika segompah hati yang indah, merah merona....tiba-tiba berubah menjadi kepingan-kepingan hati yang jelek, rusak, bolong-bolong, bahkan untuk dilihatnya saja sangat tidak bagus..apa mungkin ada orang yang mau membagi hatinya yang indah untuk sebuah hati yang hancur, rusak, dan jelek?

Mungkin hanya sedikit yang dapat membagikan hati mereka untuk sebuah hati yang hancur.

Saya sering melihat banyak orang yang dekat dengan Tuhan mempunyai hidup yang menyedihkan.... Saya sungguh tidak mengerti.. saya pun tidak habis pikir ternyata saya adalah salah satu dari mereka.

Tapi..itu sangat egois sekali dan sangat tidak mempunyai rasa syukur jika aku bilang.. aku mempunyai hidup yang menyedihkan.. karena.. aku sering mendapatkan cipratan sukacita dari Yang Maha Kuasa.
Banyak hal.. yang terkadang membuat kita melihat bahwa hidup kita itu...menyedihkan..tidak gembira..sendiri..padahal.
.jika kita dapat melihat permasalah itu lebih kecil dari Tuhan maka..semuanya dapat diatasi. Dengan Tuhan kita dapat menjadi lebih kuat untuk menyelesaikan masalah-masalah hidup.

Dari awal tahun ini, aku banyak melalui kesulitan yang tidak terbayangkan.. dan tidak habis-habsinya...
Banyak hal yang sudah terjadi dan banyak pula yang membuat aku lelah.. giveup… dari mulai nangis..merangkak…tertatih-tatih jatuh bangun..kepala jadi kaki dan kaki jadi kepala…

Aku bertanya kepada Sang empunya hidup…
“Why God?
Kenapa harus aku? Mengapa ini terjadi? Kapan aku dapat lepas dari semua? are You happy with my condition now? It’s not enough for You, God?”

Semua doaku hanya bertanya dan menyalahkan Tuhan dengan kondisi aku.
Sampai akhirnya akupun lelah berdoa…, aku mulai bertanya apakah doaku didengarNya? Mengapa Dia belum menjawab doaku? kemudian aku mulai berteriak kepadaNya….
Sampai pada titik jenuh aku menangis…phewww kaya lagu alm.nike ardila…
Aku mulai menata hidup dan hati…
Bagaimana prosesnya sampai aku tidak lagi ragu pada kuasa Doa?
Inilah ceritanya;

Rute perjalanan dari rumah di utan kayu ke kantor di harmoni dengan naek motor bersama dengan adik ku.., aku sering ketiduran karena semalaman masih ngerjain kerjaan kantor yang numpuk dan tidak kelar-kelar… setiap hari juga aku diomelin bos aku yang lumayan bawel banget.., tidak jarang pula aku menangis karena merasa diperlakukan tidak enak oleh bos aku.

Waktu terus berjalan dan waktu jam pulang kantor sudah tiba.. aku harus menunggu untuk dijemput adikku…, aku menghabiskan waktu di Gua Maria Katedral, berhubung jarak kantor ke katedral dekat…yach aku pikir daripada aku semakin stress di kantor better aku duduk di gua maria.., walau hanya sekedar duduk dan menikmati suasana disana.
Awal mulanya hanya duduk.., kemudian tak lama aku berbicara pada Bunda…, aku bilang: “ Bunda, aku lelah sekali.. aku lelah hati dan pikiran.. aku tidak tau apa yang sedang Tuhan atur untuk aku.., aku tidak menemukan jawaban apapun dari semuanya.., Bunda..apakah bunda dapat merasakan apa yang ada dihatiku? Pergulatan batin merasa terpojokkan dan merasa hidup tidak berkembang! Bunda..tolong bantu doakan aku pada Putramu…agar aku dapat melangkah lebih baik lagi.”

Sehari..dua hari.. seminggu.. sebulan..akhirnya aku berjalan dengan perlahan-lahan dengan sabar agar dapat melihat apa yang Tuhan inginkan dalam hidupku.

Ibuku dirumah lebih rajin mendoakan aku dan keluarga…, beliau setiap pagi memasakkan makanan untuk ku bawa kerja dan setiap pagi kita berdoa bersama.
Beliau lebih sering bilang: “sabar ya ly.., pasti satu-persatu dapat selesai dengan baik jika kita sabar”

Keluargaku membutuhkan aku..dan aku harus kuat.

Yach..akhirnya aku lebih sabar untuk menikmati apa yang aku punya..walau masih berasa sangat berat untuk dijalani… terus puter otak agar kelar masalah demi masalah.., ada waktu untuk berduka ada waktu untuk bersuka.

Ada satu hal yang membuat aku merasa aku sangat bersyukur memiliki beban ini yiatu: aku diajak untuk berani melangkah dan menghadirkan Tuhan dalam pergulatan hidup.. Tuhan bukan tempat untuk kita sekedar bersandar sehingga kita menjadi manja..jika ingin bertahan dalam setiap kondisi, Tuhan juga butuh partner.

So, aku lebih berusaha dan terus berusaha dan harus terus berusaha menjalani hidup lebih bermakna…apapun warna hidup itu. Aku pasti akan bahagia..pada waktuNya.

“Hidup adalah indah. Hidup ini patut diperjuangkan. Bukan apa yang terjadi pada Anda, melainkan apa yang Anda lakukan dengan itu.”
 
Spirit Carries On Blogger Template by Ipietoon Blogger Template